Best Practice Penggunaan Ekstrak Kulit Pisang Kepok Sebagai Gastroprotektor Petanda Stres Oksidatif dan Inflamasi Pada Tikus Wistar Induksi Asetosal

Authors

Amin Samiasih
Universitas Muhammadiyah Semarang
Khoiriyah Khoiriyah
Universitas Muhammadiyah Semarang
Aditya Rahman Ernanto
Universitas Muhammadiyah Semarang
Khusman Anhsori
Universitas Muhammadiyah Semarang

Keywords:

Best Practice, Monograf, Ekstrak Kulit Pisang Kepok, Gastroprotektor, Stres Oksidatif dan Inflamasi

Synopsis

Ektrak kulit pisang berpotensi sebagai gastroprotektor. Kult pisang mengandung antioksidan yaitu flavonoid, alkaloid, tannin/polifenol saponin dan triterpenoid. Flavonoid yang terkandung dalam kulit pisang dilaporkan bermanfaat untuk melindungi struktur sel, meningkatkan efektifitas vitamin C, antiinflamasi, antioksidan, serta bisa juga sebagai antibiotik. Menurut WHO gastritis merupakan salah satu penyakit dari 10 penyakit terbanyak. Proses terjadinya gastritis karena adanya ketidakseimbangan antara pertahanan mukosa dan faktor agresi. Salah satunya disebabkan oleh konsumsi obat anti inflamasi non steroid (OAINS) dalam jangka panjang.

Faktor agresif eksogen yang dapat menyebabkan kerusakan mukosa lambung berupa inflamasi, atau jika sudah kronis menyebabkan perdarahan, dan perforasi adalah OAINS. Diperlukan upaya pencegahan yang mempunyai efek samping minimal diantaranya pemanfaatan tumbuhan daerah tropis sebagai pengembangan pemakaian obat herbal mengingat Indonesia kaya akan aneka ragam tanaman obat. Kandungan flavonoid dalam kulit pisang memiliki manfaat sebagai antiinflamasi dan antioksidan. Kulit pisang memiliki kandungan flavonoid, sehingga kulit pisang mempunyai potensi sebagai gastroprotektor. Monograf ini memberi gambaran tentang penelitian penggunaan ekstrak kulit pisang kepok sebagai gastroprotekstor petanda stres oksidatif dan inflamasi.

Best Practice  Penggunaan Ekstrak Kulit Pisang Kepok sebagai Gastroprotektor Petanda Stres Oksidatif dan Inflamasi Pada Tikus Wistar Induksi Asetosal

Published

May 17, 2023